Pengaruh tonsiloadenoidektomi terhadap kadar insulin-like growth factor-1 pada anak dengan obstructive sleep apnoea syndrome

Authors

  • Al Hafiz Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang
  • Novialdi Novialdi Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang
  • Eti Yerizel Bagian Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang
  • Hafni Bachtiar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang

DOI:

https://doi.org/10.32637/orli.v45i2.115

Abstract

 Latar belakang: Infeksi kronis pada tonsil palatina disertai pembesaran tonsil palatina, dapat menyebabkan sumbatan pada jalan nafas bagian atas. Gangguan pertumbuhan banyak ditemukan pada kelompok pasien ini. Tujuan: Mengetahui apakah ada pengaruh tindakan tonsiloadenoidektomi terhadap kadar serum insulin-like growth factor-1 (IGF-1) dan nilai body mass index (BMI) pada anak yang menderita hipertrofi tonsil palatina dan adenoid, dengan gejala obstructive sleep apnoea syndrome (OSAS). Metode: Desain penelitian adalah eksperimental dengan studi pre- dan post-trial, dengan membandingkan kadar IGF-1 dan nilai BMI dalam serum anak dengan gejala OSAS, sebelum dan tiga bulan setelah dilakukan tonsiloadenoidektomi. Hasil: Sesuai protokol penelitian terdapat 14 subjek penelitian, menunjukkan peningkatan nilai kadar IGF-1 dan nilai BMI. Tindakan tonsiloadenoidektomi terbukti dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan, yang tergambar dari peningkatan kadar IGF-1 dan nilai BMI. Kesimpulan: Tindakan tonsiloadenoidektomi berpengaruh terhadap peningkatan kadar hormon pertumbuhan, yang disimpulkan melalui pengukuran kadar IGF-1 dan nilai BMI dalam serum anak dengan gejala OSAS.
Kata kunci: tonsiloadenoidektomi, insulin-like growth factor-1, obstructive sleep apnoea syndrome

ABSTRACT

Background: Chronic infection with the enlargement of the palatine tonsil, could cause blockage of the upper airway. Growth disorders are common in this patient group. Purpose: To determine the effect of tonsilloadenoidectomy on the level of serum IGF-1 in children with palatine tonsil and adenoid hypertrophy and obstructive sleep apnoea syndrome (OSAS) symptoms. Methods: The study design was experimental, pre-and post-study, by comparing the serum levels of IGF-1 and the value of Body Mass Index (BMI) in children with OSAS symptoms, before and three months after tonsiloadenoidectomy. Result: According to the study protocol, there were 14 subjects showed increased levels of IGF-1 and BMI values. Tonsilloadenoidectomy was shown to increase the growth hormone levels, which was reflected from the increased levels of IGF-1 and BMI. Conclusion: Tonsiloadenoidectomy affected the increased levels of growth hormone, which was concluded through the measurement of the levels of IGF-1 and the value of BMI in the serum of children with symptoms of OSAS.
Keywords: tonsilloadenoidectomy, insulin-like growth factor-1, obstructive sleep apnea syndrome

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2015-12-31

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>